HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT ANGKASA PURA INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.36277/identifikasi.v12i1.1268Keywords:
Beban Kerja, HSE, Karyawan, NASA-TLX, PT Angkasa Pura, Stres KerjaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada karyawan Divisi Security Protection PT Angkasa Pura Indonesia di Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan seluruh karyawan berjumlah 56 orang melalui metode total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan kuesioner HSE untuk menilai tingkat stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (85,7%) memiliki beban kerja pada kategori tinggi, sedangkan tingkat stres kerja berada pada kategori sedang (42,9%) dan tinggi (46,4%). Nilai rata-rata skor beban kerja adalah 60,77 (kategori tinggi) dan rata-rata stres kerja sebesar 110,14 (kategori sedang). Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja, dengan nilai ρ = 0,293 dan p = 0,029. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkaitan dengan peningkatan tingkat stres kerja karyawan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan beban kerja serta upaya pencegahan stres kerja sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan dan produktivitas karyawan.
This study aims to examine the relationship between workload and work stress among employees of the Security Protection Division at PT Angkasa Pura Indonesia in Balikpapan. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, involving all 56 employees selected through a total sampling method. Workload was measured using the NASA-TLX questionnaire, while work stress was assessed using the HSE questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that most respondents (85.7%) experienced a high level of workload, while work stress levels were categorized as moderate (42.9%) and high (46.4%). The average workload score was 60.77 (high category), and the average work stress score was 110.14 (moderate category). The Spearman Rank test revealed a significant positive relationship between workload and work stress, with a correlation coefficient of ρ = 0.293 and a significance value of p = 0.029. These findings indicate that higher workload is associated with increased levels of work stress
References
Executive, T. H. and S. (2023). HSE work-related ill health and injury statistics. Annual. https://press.hse.gov.uk/2024/11/20/hse-publishes-annual-work-related-ill-health-and-injury-statistics-for-2023-24/
Gusti yuli asih. (2018). Stres kerja (Edisi pert). Uny Press.
Hana Catur Wahyuni ST., M. (2017). Konsep dasar dan teknik pengukuran produktivitas (M. P. Septi Budi Sartika (Ed.)). UMSIDA Press.
Harini, S., Sudarijati, & Kartiwi, N. (2018). Workload, Work Environment and Employee Performance of Housekeeping. International Journal of Latest Engineering and Management Research (IJLEMR) www.ijlemr.com ||, 03(10), 15–22. www.ijlemr.com
Hart, S. G., & Staveland, L. E. (1988). Development of NASA-TLX (Task Load Index): Results of empirical and theoretical research. In P. A. Hancock & N. Meshkati (Eds.), Human Mental Workload (pp. 139–183). North-Holland. (n.d.).
Health and Safety Executive. (2004). Management Standards Indicator Tool. United Kingdom: Health and Safety Executive. (n.d.). 2–4.
Herdianti, H., Maryana, T., & Supriatna, S. (2019). Hubungan Beban Kerja dan Peran Ganda dengan Kelelahan Kerja Pengrajin Batik. Jurnal Endurance, 4(3), 563. https://doi.org/10.22216/jen.v4i3.3120
Kartika, G., & Haryani, S. (2018). Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja, dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan RS Ludira Husada Tama Yogyakarta. Jurnal Telaah Bisnis, 19(1), 29–42. http://journal.stimykpn.ac.id/index.php/tb
Marfuah, N., Sumardiyono, S., & Fauzi, R. P. (2024). Hubungan Beban Kerja Mental dengan Kelelahan Kerja dan Stres Kerja pada Pegawai PT X. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(2), 140–147. https://doi.org/10.14710/jkm.v12i2.39309
Pada, K., Kantor, P., & Cukai, B. E. A. (2023). Hubungan beban kerja mental, usia, dan masa kerja dengan stres kerja pada pegawai kantor bea cukai surakarta. 11.
Penerapan, A., Dan, K., Kerja, K., Pembangunan, K., Kuliah, G., Kampus, B., & Surabaya, C. U. (2020). JURMATEKS. 3.
Riznanda, W. M. (2023). Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Karyawan Divisi Produksi PT . X The Relationship between Workload and Work Stress in Production Division Employees of PT . X Abstrak. 10(03), 792–804.
Sarbiah, A. (2023). Penerapan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Karyawan. 15(2), 1–11.
Tarwaka, Solichul HA.Bakri, L. S. (2004). Ergonomi untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. 2004. https://id.scribd.com/doc/316819273/BukuErgonomi?utm_source
Wahyuningsih, S. (2018). Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Jurnal Manajemen, 3(2), 1–10.
Widyarni, A., Syahidan, G. J., Ishak, N. I., & Fauzan, A. (2022). Hubungan Ketaksaan Dan Konflik Peran Dengan Stres Pada Tenaga Kerja Di Laboratorium K3 Provinsi Kalimantan Selatan. An-Nadaa Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 22. https://doi.org/10.31602/ann.v9i1.6898
Yulia Handayani, Hidayat, & Suharni A. Fachrin. (2022). Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Karyawan PT. Prima Karya Manunggal Kabupaten Pangkep. Window of Public Health Journal, 3(1), 179–189. https://doi.org/10.33096/woph.v3i1.358
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







