HUBUNGAN PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP SAFE BEHAVIOR PADA PEKERJA FABRIKASI DI PT. REKAYASA INDUSTRI
DOI:
https://doi.org/10.36277/identifikasi.v11i4.753Keywords:
Kuantitatif, Pekerja Fabrikasi, Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Perilaku Aman, PT. Rekayasa Industri BalikpapanAbstract
Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat krusial dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, terutama pada industri berisiko tinggi seperti pekerjaan fabrikasi.Tingginya angka kecelakaan akibat (Unsafe Behavior) menunjukkan bahwa penerapan sistem K3 harus mencakup pendekatan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara elemen-elemen Penerapan K3 yakni Kebijakan, Pelatihan, Pengawasan, Penggunaan Alat Pelindung Diri, dan Budaya K3 terhadap (Safe Behavior) di PT. Rekayasa Industri penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan (Cross sectional). Data dikumpulkan dari 37 responden menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha ≥ 0,6). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman rho dengan tingkat signifikansi 0,05 dan interval kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara masing-masing variabel Penerapan K3 dengan Perilaku Aman pekerja. Nilai koefisien korelasi Spearman adalah: Kebijakan K3 r =( 0,728), p-value = (0,01), Pelatihan K3 r = (0,724), p -value=(0,01), Pengawasan r = (0,776), p -value =( 0,01), Penggunaan APD r = (0,675) p-value= (0,01), dan Budaya K3 r = (0,718) p-value=( 0,01). Secara keseluruhan, Penerapan K3 memiliki korelasi positif kuat dengan Safe Behavior (r = (0,800) p-value= (0,04), menunjukkan bahwa semakin baik penerapan K3, semakin tinggi tingkat perilaku aman yang ditunjukkan oleh pekerja.
References
BPJS Ketenagakerjaan. (2024) Laporan Statistik Kecelakaan Kerja Indonesia. Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan.
Dewi, M. And Prakoso, H. (2021) ‘Pengaruh Pelatihan Dan Pengawasan Terhadap Perilaku Aman Di Tempat Kerja’, Jurnal Keselamatan Kerja Indonesia, 5(2), Pp. 45–52.
Eitrheim, M., Johansen, T. And Larsen, A. (2025) ‘Behavioral Adjustments Under Workload Pressure In Industrial Settings’, Journal Of Occupational Safety, 12(1), Pp. 23–38.
Geller, E.S. (2001) Behavioral Safety: A Framework For Success. Boca Raton: CRC Press.
Haryadi, T., Anwar, L. And Siregar, D. (2020) ‘Penerapan Behavior-Based Safety Pada PT Pertamina Hulu Energi ONWJ’, Jurnal Manajemen K3 Indonesia, 6(1), Pp. 11–19.
Heinrich, H.W. (1959) Industrial Accident Prevention: A Scientific Approach. 4th Edn. New York: Mcgraw-Hill.
Hesti, P. P., Rusba, K., & Liku, J. E. A. (2024). Penerapan Job Safety Analysis Sebagai Upaya Pengendalian Bahaya Di PT. Telkom Akses Balikpapan. IDENTIFIKASI, 10(1), 7-16.
Ihsan, M. A., Rusba, K., & Ramdan, M. (2025). Hubungan Pengawasan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Pada Karyawan Di Pt. Xyz. Identifikasi, 11(2), 400-407.
International Labour Organization (ILO). (2024) World Statistics On Occupational Safety And Health. Available At: Https://Ilo.Org (Accessed: 30 July 2025).
Ivandri, A., Maslina, M., & Ramdan, M. (2024). Penerapan Zona Selamat Sekolah Terhadap Keselamatan Penyeberangan Jalan Pelajar Sma Negeri 9 Balikpapan. Identifikasi, 10 (1), 82-87.
Januardhana, M. R., Rusba, K., & Noeryanto, N. (2024). Penerapan Alat Pelindung Diri Terhadap Tenaga Kerja Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara. Identifikasi, 10(1), 1-6.
Mcsween, T.E. (2019) The Values-Based Safety Process: Improving Your Safety Culture With Behavior-Based Safety. Hoboken: Wiley.
Mulyadi, T., Fadillah, R. And Sari, N. (2022) ‘Evaluasi Faktor Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Fabrikasi’, Jurnal K3 Nasional, 4(3), Pp. 88–96.
Naftali, M., Rusba, K., & Ramdan, M. (2025). Penerapan Penggunaan Apar Pada Pekerja Di Pt. Baruna Raya Logistik Balikpapan. Identifikasi, 11(2), 317-319.
Pratama, D. F., Maslina, M., & Zainul, L. M. (2024). Hubungan Pengetahuan Keselamatan Berkendara Dan Masa Kerja Pada Pengemudi Truk Di PT Balikpapan Ready Mix Kota Balikpapan. Identifikasi, 10(1), 210-216.
Reniers, G., Van Nunen, K. And Ponnet, K. (2020) ‘Enhancing Safety Compliance In Petrochemical Industries Using Behavior-Based Safety And Risk Communication’, Safety Science, 129, 104798. Doi: 10.1016/J.Ssci.2020.104798.
Ridho, W.F. (2015). Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Path Goal Supervisor Pabrik Baja Dengan Tingkat Kepatuhan SOP (Standard Operational Procedure) Pekerja. Jurnal Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Indonesia, 4(1), 22–31
Sugiyono. (2020) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. 26th Edn. Bandung: Alfabeth
Sulaksmono, M., & Bakhtiar, D.S. (2013). Risk Assessment At Work In The Welding Confined Space Ship Building PT. Dock And Shipping Surabaya. Indonesian Journal Of Occupational Safety, 2(1), 17–25.
Triyono, M. B., Mutohhar, F., Kholifah, N., Nurtanto, M., Subakti, H., & Prasetya, K. H. (2023). Examining The Mediating-Moderating Role Of Entrepreneurial Orientation And Digital Competence On Entrepreneurial Intention In Vocational Education. Journal of Technical Education and Training, 15(1), 116-127.
Zainul, L. M. (2020). Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Safety Riding Pada Remaja Di SMA Negeri 8 Balikpapan. Identifikasi, 6(2), 314-320.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 IDENTIFIKASI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







