EVALUASI HIGINE SANITASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA RSUD PURUK CAHU DI KABUPATEN MURUNG RAYA
DOI:
https://doi.org/10.36277/identifikasi.v12i1.853Keywords:
Limbah Cair, IPAL, SanitasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi higiene sanitasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan. Rumah sakit merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis dan nonmedis, baik padat maupun cair, yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh langsung dari aktivitas di lapangan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen terkait profil rumah sakit dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam parameter penilaian, sebanyak 67% telah memenuhi standar yang ditetapkan, sedangkan 33% belum sesuai, khususnya dalam pengelolaan limbah B3 dan efektivitas IPAL. Dengan demikian, sistem pengelolaan limbah cair di RSUD Puruk Cahu dikategorikan cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan pada aspek tertentu agar tidak membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam peningkatan sistem pengelolaan limbah rumah sakit.
References
Anwariani, D. (2019). Pengaruh Air Limbah Domestik Terhadap Kualitas Sungai. Journal Teknik Lingkungan, 9(6), 1–6.
Badan Standardisasi Nasional. (2008). Metoda Pengambilan Contoh Air Permukaan. Republik Indonesia, 59(2), 19.http://ciptakarya.pu.go.id/plp/uploa d/peraturan/SNI_-6989-59-2008-Metoda-Pengambilan-Contoh-Air- Limbah.pdf
Hasan, A., & Kadarusman, H. (2022). Pengaruh Aerasi Terhadap Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit Dengan Metode Constructed Wetland. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16 (1), 41. https://doi.org/10.26630/rj.v16i1.3157
Hasugian, A. R. (2017). Perilaku Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Tenaga Kerja Indonesia di Kansashi, Zambia: Analisis Kualitatif. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 27(2), 111–124. https://doi.org/10.22435/mpk.v27i2.5 805.111-124
Khusnuryuni, A. (2008). Mikrobia Sebagai Agen Penurun Fosfat. Sains, Fak Sunan, UIN Yogayakarta, Kalijaga, 144–151.
Nasir, M., & Saputro, E. (2015). Manajemen pengelolaan limbah industri. Benefit: Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 19(2), 143–149.
Pasetia, A. T., Nurkhasanah, S. D., & Sudarminto, H. P. (2023). Proses Pengolahan Dan Analisa Air Limbah Industri Di Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal). DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 6(2), 491–498. https://doi.org/10.33795/distilat.v6i2.1 59
Pertiwi, V., Joko, T., & Dangiran, H. L. (2017). Evaluasi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(3), 420–430. http://ejournals1.undip.ac.id/index.ph p/jkm
Putri, A. H. (2018). Efektivitas Pengelolaan Limbah Medis Rumah Sakit Terhadap Dampak Lingkungan Hidup. Krtha Bhayangkara, 12(1), 78–90. https://doi.org/10.31599/krtha.v12i1.3 1
Qorina, R., Masthura, M., & Jumiati, E. (2023). Efektivitas Penurunan Kadar Fe Dan Mn Pada Air Sumur Gali Kelurahan Jati Utomo Kota Binjai Dengan Metode Filtrasi. Jurnal Redoks, 8(2), 26–31. https://doi.org/10.31851/redoks.v8i2.1 3155
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







