IDENTIFIKASI
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi
<p><strong>IDENTIFIKASI: Journal of Occupational Safety, Health and Environmental Protection.</strong> Published by the Department of Occupational Health and Safety, Vocational Faculty, Balikpapan University, which is published four times a year in February, May, August, and November. Contains research articles on health management, occupational safety and educational environmental protection. Articles are written in Indonesian and English.</p> <p><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1544511754" target="_blank" rel="noopener">2656-1891 ISSN (Online) </a></p> <p><a style="background-color: #ffffff;" title="ISSN Print" href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1432185360" target="_blank" rel="noopener">2460-187X ISSN (Print)</a></p>Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerjaen-USIDENTIFIKASI2460-187XHUBUNGAN RISIKO POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER DI PT. PLN (PERSERO) UP2D KALTIMRA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/774
<p>Lingkungan kerja perkantoran ditandai dengan dominasi pekerjaan berbasis komputer dan durasi duduk yang panjang, berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif <em>cross sectional </em>dengan teknik <em>total sampling</em>, melibatkan 39 karyawan pengguna komputer. Pengukuran risiko postur kerja dilakukan menggunakan metode <em>Rapid Office Strain Assessment </em>(ROSA), sementara keluhan muskuloskeletal diukur dengan kuesioner <em>Nordic Body Map </em>(NBM). Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan <em>uji Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (54%) memiliki risiko postur kerja tinggi dan 46% risiko sedang, dengan tidak ada responden yang berada pada kategori tidak berisiko. Seluruh responden (100%) mengalami keluhan muskuloskeletal, dengan 77% kategori ringan dan 23% kategori sedang. Nilai p-value sebesar 0,019. Karena nilai p value ini kurang dari 0,05, maka hipotesis nol <em>(H0) </em>ditolak dan hipotesis alternatif <em>(Ha) </em>diterima, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP2D KALTIMRA. Semakin tinggi risiko postur kerja, semakin besar kemungkinan pekerja mengalami keluhan muskuloskeletal pada tingkat yang lebih parah. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara risiko postur kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP2D KALTIMRA. Disarankan bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan ergonomi stasiun kerja, serta mengadakan pelatihan dan kebijakan istirahat aktif untuk mengurangi risiko dan keluhan.</p>Ria KurniasihImpol SiboroMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-281211810.36277/identifikasi.v12i1.774ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN MEDIS PADA RUMAH SAKIT Dr. R. HARDJANTO DI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/820
<p>Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis, sebagian di antaranya termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan limbah B3 di rumah sakit harus mengikuti ketentuan teknis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto Balikpapan, khususnya pada tahap penyimpanan dan pengangkutan, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan petugas terkait, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penyimpanan dan pengangkutan limbah medis padat di RS Dr. R. Hardjanto sudah sesuai dengan ketentuan. Namun, masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, seperti pencampuran limbah benda tajam dengan limbah infeksius, kerusakan mesin pendingin pada Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), ketiadaan sistem drainase, serta belum tersedianya APAR dan spillkit di area penyimpanan. Sementara itu, pengangkutan limbah medis oleh pihak ketiga (PT. BES) telah memenuhi persyaratan teknis dan legal sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Secara umum, pengelolaan limbah medis padat di RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi. Kekurangan terutama ada pada aspek pemisahan limbah, kelengkapan fasilitas pendukung, dan perawatan sarana penyimpanan. Rumah sakit perlu memperbaiki mesin pendingin TPS, menyediakan sistem drainase, menempatkan APAR dan spillkit di area strategis, serta meningkatkan pengawasan praktik pemisahan limbah sesuai kategori agar pengelolaan limbah B3 lebih aman dan sesuai regulasi.</p>Nur Ahmad ArghovanIwan ZulfikarIin Pratama Sari
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812191310.36277/identifikasi.v12i1.820ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PANGAN DI CAFÉ PUAN KOPI CABANG GUNUNG MALANG BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/823
<p>Higiene dan sanitasi makanan merupakan bagian dari pemyelenggaraan keamanan pangan guna mengupayakan pengendalian terhadap faktor risiko terjadinya kontaminasi makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan peralatan agar aman di konsumsi. Praktik hygiene sanitasi makanan mencakup lokasi dan bangunan, fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, dan gudang bahan makanan, bahan makanan dan makanan jadi, pengolahan makanan, tempat peyimpanan bahan makanan dan makanan jadi, penyajian makanan, peralatan makanan, dan tenaga kerja. Pengelolaan hygiene sanitasi makanan yang sehat menjadi prinsip dasar penyelenggaraan institusi. Makanan yang belum diolah dengan baik oleh penjamah makanan akan menimbulkan dampak buruk seperti penyakit dan keracunan oleh bahan kimia, mikroba tumbuhan atau hewan serta dapat menyebabkan alergi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pada saat menghandling bahan baku terdapat risiko terkontaminasinya sebuah bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kondisi higiene sanitasi dalam meningkatkan kualitas kebersihan dan penyajian produk.</p>Hanifah Al QalamIsradi ZainalNur Falah Setyawati
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121142110.36277/identifikasi.v12i1.823ANALISIS RISIKO PERBAIKAN PIPA DENGAN COMPOSITE MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALISIS DI PT. INDO RIAU PERKASA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/819
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Job Safety Analysis (JSA) dalam mengurangi risiko kerja pada proses perbaikan pipa di PT. Indo Riau Perkasa. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara, serta analisis risiko sistematis terhadap kegiatan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan JSA secara konsisten efektif dalam mengidentifikasi bahaya, menentukan tindakan pencegahan, dan meningkatkan kesadaran keselamatan di tempat kerja. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya disiplin pekerja dan kurang optimalnya pelatihan. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan terus mengembangkan prosedur JSA, meningkatkan pelatihan keselamatan, dan melakukan evaluasi berkala untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.</p>Impol SiboroMuhammad Bayu RamadhanKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121222710.36277/identifikasi.v12i1.819ANALISIS KEGIATAN OPERASIONAL OVERHEAD CRANE DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU ANGKAT DI WORKSHOP PT CEP KOTA BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/825
<p>Kegiatan pengangkatan beban menggunakan <em>overhead crane</em> di <em>workshop </em>memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja apabila tidak didukung dengan prosedur yang benar, kondisi peralatan yang layak, serta kepatuhan tenaga kerja terhadap standar keselamatan. PT Catur Elang Perkasa sebagai perusahaan konstruksi yang mengandalkan aktivitas fabrikasi dan lifting, perlu melakukan evaluasi terhadap penggunaan alat bantu angkat (lifting gear) untuk mendukung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian pada kegiatan operasional <em>overhead crane</em> dengan bantuan <em>lifting gear</em> di <em>workshop</em> PT CEP Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam terhadap tiga informan, serta dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode 4M1E untuk identifikasi bahaya, dan HIRARC untuk penilaian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai potensi bahaya signifikan, antara lain operator tidak selalu menggunakan APD lengkap dan tidak melakukan inspeksi sebelum penggunaan, kondisi <em>hook crane</em> berkarat dengan <em>latch</em> tidak sempurna, <em>webbing sling</em> aus dan label kapasitas tidak terbaca, serta shackle dan master link yang belum dilumasi rutin. Dari sisi metode kerja, belum tersedia SOP tertulis dan pengawasan langsung di lapangan masih terbatas.Kesimpulan dari penelitian ini adalah kegiatan operasional <em>overhead crane</em> di workshop PT CEP masih memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat keterbatasan dalam peralatan, metode, dan perilaku pekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu segera mengganti alat bantu angkat yang tidak layak, menyusun dan mensosialisasikan SOP lifting, meningkatkan pelatihan serta kesadaran pekerja, memperkuat pengawasan, serta menyediakan sarana pendukung keselamatan.</p>Erwin AnantaMuhamad Aulia RahmanIwan ZulfikarPatuntu Ponky
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121283310.36277/identifikasi.v12i1.825PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI PUSKESMAS SUNGAI MERDEKA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/805
<p>Pemerintah saat ini membutuhkan kesadaran tentang pengelolaan limbah di lingkungan masyarakat. Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi di pulau Kalimantan, dan dari sekian banyak daerah dalam penelitian ini digunakan data Kecamatan Samboja Barat Kabupaten Kutai Kartanegara. Menurut Data Target Sasaran Tahun 2024, Berdasarkan Data Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Penduduk Kecamatan Samboja Barat berjumlah 41.513 jiwa yang tersebar di 9 Kelurahan dan 1 Desa, hanya terdapat satu Puskesmas yang berada di kecamatan Samboja Barat. Limbah rumah sakit, puskesmas, dan klinik merupakan salah satu mata rantai dari penyebaran penyakit menular apabila tidak dikelola dengan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Puskesmas Sungai Merdeka terutama pada proses bagian Penyimpanan Limbah B3. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode wawancara dan penilaian checklist untuk mengetahui kesesuaian dari proses Penyimpanan Limbah B3 berdasarkan PERMENLHK Nomor 56 Tahun 2015 mendapat hasil penilaian kategori cukup dengan hasil 18 poin sesuai dari 27 poin yang dinilai dengan persentase 66,67%.</p>Fitriyani FitriyaniKomeyni RusbaImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121344010.36277/identifikasi.v12i1.805PENCEGAHAN KECELAKAAN PADA PEKERJAAN REPARASI BODY MOBIL DI BENGKEL SUTOMO MANDIRI KOTA SAMARINDA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/829
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mencegah kecelakaan pada pekerjaan reparasi body mobil di Bengkel Sutomo Mandiri Kota Samarinda dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap para pekerja bengkel. Hasil penelitian mengidentifikasi berbagai potensi bahaya dan risiko di setiap tahapan pekerjaan pengecatan body mobil, seperti paparan bahan kimia berbahaya, risiko cedera fisik akibat pengamplasan, serta gangguan kesehatan dari kebisingan dan asap kompresor. Penilaian risiko menunjukkan adanya risiko sedang hingga tinggi pada sebagian besar aktivitas kerja. Pengendalian risiko yang diusulkan meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan keselamatan kerja, pengelolaan bahan kimia, serta penerapan prosedur kerja yang aman. Dengan penerapan langkah-langkah pencegahan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja serta menurunkan angka kecelakaan di bengkel. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perusahaan dan pekerja untuk memperkuat budaya keselamatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.</p>James Evert Adolf LikuHandoko PurwantoKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121414910.36277/identifikasi.v12i1.829ANALISIS PENERAPAN INSPEKSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI WAREHOUSE PT ORICA SITE SANGATTA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/827
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di warehouse PT ORICA site Sangatta. Latar belakang penelitian didasarkan pada tingginya potensi bahaya dalam aktivitas pengangkutan dan penyimpanan bahan kimia menggunakan forklift yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara dengan informan (supervisor maintenance, petugas SHE, dan operator forklift), serta studi dokumentasi yang dibandingkan dengan regulasi dan standar operasional perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program inspeksi K3 di warehouse PT ORICA dilakukan melalui dua program utama, yaitu inspeksi P2H (Pemeriksaan Harian) dan inspeksi commissioning (tahunan). Inspeksi P2H dilaksanakan setiap hari sebelum forklift dioperasikan dengan menggunakan form checklist untuk memastikan kondisi unit layak dan aman digunakan. Sementara itu, inspeksi commissioning dilakukan setahun sekali oleh inspektor berkompeten dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk menilai kelayakan operasional unit forklift secara menyeluruh. Proporsi implementasi program inspeksi menunjukkan bahwa P2H lebih dominan (70%) dibandingkan commissioning (30%) karena frekuensinya yang lebih rutin. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan inspeksi K3 di warehouse PT ORICA site Sangatta telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3 dan standar operasional prosedur perusahaan. Penerapan inspeksi terbukti efektif dalam meminimalisir potensi bahaya dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman.</p>L.M. ZainulBayu PrayudhaKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121505610.36277/identifikasi.v12i1.827ANALISIS POTENSI BAHAYA DAN RISIKO PADA BIDANG PEMELIHARAAN JARINGAN DI PT. PLN (PERSERO) UP3 BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/828
<p>Kontak dengan listrik merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan kerja yang berakibat fatal, khususnya pada sektor ketenagalistrikan. Aktivitas pemeliharaan jaringan memiliki tingkat risiko tinggi karena melibatkan pekerjaan di ketinggian serta berhubungan langsung dengan aliran listrik bertegangan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan risiko pada pekerjaan pemeliharaan jaringan di PT PLN (Persero) UP3 Balikpapan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan metode <em>Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control</em> (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan langkah pengendalian yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan dari 16 risiko yang dianalisis, terdapat 6,3% kategori <em>low risk</em>, 37,5% <em>moderate risk</em>, 25% <em>high risk</em>, dan 31,3% <em>extreme risk</em>. Potensi bahaya yang ditemukan meliputi bahaya fisik, biologi, dan ergonomi. Meskipun dokumen HIRARC tersedia, implementasinya belum optimal karena adanya ketidaksesuaian prosedur kerja, penggunaan APD yang tidak konsisten, serta kurangnya pengawasan lapangan. Penelitian ini menghasilkan dokumen HIRARC yang diperbarui dan rekomendasi monitoring serta evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian risiko. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang lebih berkelanjutan di lingkungan kerja PT PLN (Persero) UP3 Balikpapan.</p>Adji SwanditoSeftiana WulandariImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121576410.36277/identifikasi.v12i1.828EFEKTIVITAS PELATIHAN PEMADAMAN KEBAKARAN TERHADAP TANGGAP DARURAT MASYARAKAT DI RT 2 KELURAHAN LAWE-LAWE PENAJAM PASER UTARA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/831
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelatihan pemadaman kebakaran terhadap peningkatan kemampuan tanggap darurat masyarakat di RT 2 Kelurahan Lawe-Lawe, Kabupaten Penajam Paser Utara. Evaluasi dilakukan menggunakan model Kirkpatrick yang meliputi empat level: reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level reaksi, peserta memberikan tanggapan positif terhadap kualitas instruktur, relevansi materi, dan ketersediaan fasilitas pelatihan. Pada level pembelajaran, peserta menunjukkan pemahaman yang meningkat terkait teknik pemadaman menggunakan APAR dan karung goni. Level perilaku menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menerapkan teknik yang dipelajari dalam simulasi secara efektif dan tidak panik saat praktik. Pada level hasil, pelatihan memberikan dampak positif terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran rumah tangga.</p>Nur Falah SetyawatiNailah Nazwa RamdhaniMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121657210.36277/identifikasi.v12i1.831IDENTIFIKASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARD AND OPRABILITY (HAZOP) PADA BENGKEL MOTOR HARAPAN UTAMA KARANG JATI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/833
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan masalah operasional terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Bengkel Motor Harapan Utama Karang Jati Balikpapan dengan menggunakan metode Hazard and Operability (HAZOP). Metode HAZOP dipilih karena kemampuannya untuk menganalisis sistem kerja secara sistematik dan mendalam guna mengidentifikasi risiko-risiko yang dapat membahayakan pekerja dan operasional bengkel. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pekerja dan manajemen, serta penerapan metode HAZOP pada proses kerja bengkel. Hasil dari analisis HAZOP menunjukkan bahwa terdapat beberapa potensi bahaya yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja, baik yang bersifat fisik, kimia, maupun ergonomis. Selain itu, ditemukan juga beberapa ketidaksesuaian dalam prosedur operasional yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan temuan ini, penelitian memberikan rekomendasi berupa perbaikan prosedur kerja, peningkatan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pelatihan keselamatan bagi seluruh pekerja untuk meminimalkan risiko yang ada.Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perbaikan dalam pengelolaan K3 di Bengkel Motor Harapan Utama Karang Jati Balikpapan.</p>Muhamad RamdanNaufal ZainKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121737710.36277/identifikasi.v12i1.833IMPLEMENTASI STANDAR KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) DI PT PLN (PERSERO) KALIMANTAN UTARA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/836
<p>Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan merupakan aktivitas operasional kritis memerlukan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat karena melibatkan risiko tinggi bagi teknisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan di PT PLN Persero Kalimantan Utara yang baru dibentuk tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tujuh informan di tiga lokasi kerja yaitu Tarakan, Tanjung Palas, dan Tanjung Selor. Pengumpulan data dilakukan observasi langsung terhadap pelaksanaan kerja, wawancara terstruktur dengan teknisi dan pengawas, serta analisis dokumen kerja seperti Surat Perintah Pekerjaan Bertegangan dan Standar Operasional Prosedur. Hasil penelitian menunjukkan seluruh personel memiliki sertifikasi kompetensi yang masih berlaku sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Tingkat kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur bervariasi antara 75 hingga 85 persen di setiap lokasi kerja dengan ditemukan beberapa pelanggaran seperti tidak memasang <em>conductor cover</em>, penggunaan alat pelindung diri yang tidak layak, dan pelanggaran disiplin kerja. Dokumen administratif seperti Surat Perintah Pekerjaan Bertegangan dan Surat Penunjukan Pengawas tersedia secara digital namun belum sepenuhnya menjadi acuan pelaksanaan kerja yang konsisten. Pemeriksaan kesehatan rutin dilakukan sebelum berangkat ke lokasi kerja namun masih terbatas pada aspek fisik dasar. Pengawasan lapangan dilaksanakan namun belum optimal dalam menegakkan prosedur ketika terjadi pelanggaran. Sistem tanggap darurat masih mengandalkan fasilitas eksternal tanpa adanya tim evakuasi internal. Penelitian ini menyimpulkan meskipun aspek formal telah terpenuhi, implementasi praktis di lapangan masih memerlukan penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan yang ketat, dan pengembangan sistem tanggap darurat yang komprehensif untuk meningkatkan budaya keselamatan kerja.</p>Putri Ramadina AzahraImpol SiboroKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121788610.36277/identifikasi.v12i1.836PENERAPAN SISTEM PERMIT TO WORK SEBAGAI UPAYA PENDUKUNG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT. HEXA PRIMA ENERGI
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/835
<p>Penggunaan teknologi yang maju sangat di perlukan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia secara luas, namun tanpa disertai dengan pengendaian yang tepat akan dapat terjadinya kecelakaan, terutama pada era industrialisasi yang di tandai adanya proses mekanisasi, elektifikasi, dan moderenisasi. Sistem Permit to Work atau sistem ijin kerja adalah sistem tertulis resmi yang digunakan untuk mengontrol jenis pekerjaan tertentu yang diidentifikasikan sebagai pekerjaan yang berpotensi berbahaya. Penelitian inidi fokuskan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Sistem Permit to Work di PT. Hexa Prima Energi Sebagai Upaya Pendukung Keselamatan dan Kesehatan Kerja Balikpapan. Data penelitian yang digunakan terdiri dari 2 (dua) jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer yaitu dengan cara wawancara dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari pihak yang perlu di olah kembali untuk dapat di gunakan sebagai sumber informasi, berupa data sekunder internal yaitu data yang tersedia di dalam perusahaan seperti sejarah perusahaan, stuktur organisasi perusahaan, Standar Prosedur Operasional (SOP) beserta tanggung jawab dan wewenang.</p>Dharma SaputraLuis GustapoKomenyi RusbaMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121878910.36277/identifikasi.v12i1.835IMPLEMENTASI 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) PADA TOOLS STORAGE DI PT. PLN NUSA DAYA BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/837
<p>Lingkungan kerja yang tidak tertata secara sistematis dapat menimbulkan berbagai risiko keselamatan, penurunan produktivitas, serta ketidakefisienan operasional. Salah satu pendekatan strategis yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Konsep 5R ini merupakan adaptasi dari metode Jepang 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang menurut Osada (1995) dan Gaspersz (2011) terbukti meningkatkan efisiensi kerja, kualitas lingkungan kerja, serta keselamatan kerja secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi prinsip 5R pada area penyimpanan alat (tools storage) di PT PLN Nusa Daya Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi berupa observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator operasional dari kelima prinsip 5R, dan dianalisis menggunakan persentase skor terhadap standar ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Ringkas, Resik, dan Rajin masing-masing memperoleh skor 80%, 90%, dan 80% yang dikategorikan sebagai sangat baik. Namun, implementasi Rapi (55%) dan Rawat (65%) masih dalam kategori baik, dengan kelemahan utama terletak pada ketiadaan layout ruangan, pembagian zona kerja, serta minimnya visualisasi standar seperti poster dan penanda. Penerapan prinsip 5R yang efektif tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keteraturan, tetapi juga terbukti dapat menurunkan potensi kecelakaan kerja (Ramli, 2010; Suma’mur, 2014 Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi budaya 5R, penambahan fasilitas visual (layout, signage, poster), serta peningkatan pelatihan K3 berbasis prinsip 5R sebagai langkah perbaikan berkelanjutan.</p>Widya MulyaDave JustineIin Pratama Sari
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-28121909710.36277/identifikasi.v12i1.837ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH DI SAKIT UMUM DAERAH RATU AJI PUTRI BOTUNG PENAJAM PASER UTARA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/832
<p>Penelitian ini menganalisis kecukupan penyimpanan dan pengangkutan limbah medis di RSUD Aji<br>Putri Botung Penajam Paser Utara, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan<br>Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor<br>06 Tahun 2021. Limbah medis padat (B3) memerlukan pengelolaan yang ketat. Metode kualitatif<br>deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi (daftar periksa) dan wawancara<br>mendalam. Hasil observasi menunjukkan tingkat kepatuhan sebesar 66,67% dalam penyimpanan<br>limbah. Masalah ketidakpatuhan meliputi: (1) penyimpanan limbah infeksius melebihi batas dua hari<br>(pengangkutan terjadi setiap tiga hari), (2) tidak adanya sistem drainase/bak kontrol, dan (3)<br>pencahayaan yang tidak memadai. Dalam hal pengangkutan, kepatuhan berada pada angka 91,67%,<br>dengan masalah seperti tidak adanya spill kit dan tidak adanya prosedur. Disimpulkan bahwa<br>penyimpanan limbah medis padat di rumah sakit tidak sepenuhnya memenuhi standar teknis dan<br>peraturan kesehatan dan keselamatan kerja. Rekomendasi yang diberikan meliputi peningkatan<br>infrastruktur, kepatuhan terhadap batas waktu penyimpanan, serta penyediaan dan pemeliharaan<br>peralatan kesehatan dan keselamatan kerja yang penting untuk memastikan lingkungan kerja yang<br>aman dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.</p>Yan FuadiMuhammad Irsyad Al MutawaqilWidya Mulya
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-281219810410.36277/identifikasi.v12i1.832ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN DALAM KEADAAN BERTEGANGAN (PDKB) DI PLN UP3 KALTARA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/845
<p>Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) merupakan salah satu metode pemeliharaan jaringan listrik tanpa pemutusan aliran listrik yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja yang terjadi pada pelaksanaan PDKB di PT PLN (Persero) UP3 Kalimantan Utara dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah HIRARC (<em>Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control</em>) dan klasifikasi potensi bahaya berdasarkan pendekatan 4M+1L (<em>Man, Machine, Method</em>, Material, dan Lingkungan). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap tujuh informan, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tahapan kerja PDKB memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi, terutama pada pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan jaringan bertegangan. Faktor dominan penyebab kecelakaan kerja berasal dari unsur manusia (<em>human error</em>, postur kerja tidak ergonomis) dan lingkungan (cuaca ekstrem, permukaan kerja licin, gangguan binatang). Meskipun pengendalian risiko telah dilakukan melalui penggunaan APD, briefing, dan pengawasan teknis, pelaksanaan di lapangan masih belum konsisten. Ditemukan kelemahan seperti penggunaan APD yang tidak layak, tidak tersedianya form ceklis peralatan, serta belum adanya tim evakuasi khusus. Dapat disimpulkan bahwa sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pekerjaan PDKB di PT PLN UP3 Kalimantan Utara telah tersusun secara struktural, namun implementasinya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal kedisiplinan SOP, efektivitas pengawasan, dan kesiapsiagaan darurat.</p>Kresna BayuImpol SiboroKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812110511610.36277/identifikasi.v12i1.845ANALISIS POTENSI BAHAYA DENGAN METODE JSA PADA PEKERJAAN PEMBERSIHAN KACA GEDUNG APARTEMEN BORNEO BAY BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/844
<p>Perkembangan industri yang pesat di Indonesia telah memicu peningkatan produktivitas, namun juga diikuti dengan peningkatan risiko kecelakaan kerja. Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), setiap tahun 2,78 juta pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja, dengan 86,3% di antaranya disebabkan oleh penyakit akibat kerja. Salah satu sektor yang memiliki risiko tinggi adalah industri jasa konstruksi, khususnya pada pekerjaan pembersihan kaca bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya pada pekerjaan pembersihan kaca di Apartemen Borneo Bay dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari studi pustaka dan laporan kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh proses dalam pekerjaan pembersihan kaca dengan total 12 sumber bahaya. Proses pembersihan kaca menggunakan gondola memiliki 3 sumber bahaya (25% dari total bahaya), persiapan peralatan gondola memiliki 2 sumber bahaya (17%), pemeriksaan peralatan memiliki 2 sumber bahaya (17%), persiapan pengoperasian gondola memiliki 2 sumber bahaya (17%), penandaan area kerja memiliki 1 sumber bahaya (8%), pengembalian peralatan yang digunakan memiliki 1 sumber bahaya (8%), dan pembersihan area kerja memiliki 1 sumber bahaya (8%). Pengendalian risiko yang disarankan meliputi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pemeriksaan peralatan secara berkala, dan pelatihan bagi pekerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan keselamatan kerja di industri konstruksi.</p>Dafid FernandoKomeyni RusbaJames Evert Adolf Liku
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812111712410.36277/identifikasi.v12i1.844IDENTIFIKASI POSTUR TUBUH PEKERJA ADMINISTRASI UNTUK MENGETAHUI MUSCULOSKELETAL DISORDER (MSDS) DENGAN METODE RAPID OFFICE STRAIN ASSESSMENT DI PT. SAMLI MAJU SUKSES
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/843
<p>Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko gangguan muskuloskeletal <br>(Musculoskeletal Disorders/MSDs) yang dialami oleh pekerja administrasi akibat postur kerja <br>yang tidak ergonomis dalam penggunaan peralatan kantor seperti komputer, kursi, dan meja. <br>Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas serta meningkatkan risiko penyakit akibat kerja. <br>PT. Samli Maju Sukses sebagai perusahaan logistik memiliki lingkungan kerja kantor dengan <br>pengaturan peralatan yang belum sepenuhnya sesuai prinsip ergonomi, seperti penggunaan <br>kursi non-adjustable dan tata letak ruang kerja yang kurang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk <br>mengidentifikasi keluhan MSDs dan menilai tingkat risiko postur kerja pekerja administrasi <br>menggunakan dua metode, yaitu Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Office Strain <br>Assessment (ROSA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui <br>observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengisian kuesioner oleh empat orang informan yang <br>merupakan pekerja administrasi di PT. Samli Maju Sukses.Hasil penelitian menunjukkan <br>bahwa berdasarkan metode NBM, seluruh informan memiliki tingkat keluhan MSDs yang <br>tergolong rendah dan tidak memerlukan tindakan perbaikan. Namun, penilaian menggunakan <br>metode 2. Berdasarkan hasil penelitian tingkat risiko postur kerja informan dengan <br>menggunakan metode Rapid Office Strain Assessment (ROSA), diperoleh kesimpulan bahwa <br>tingkat risiko pekerja kantor PT Samli Maju Sukses, informan memiliki level risiko sedang 2 <br>pekerja, dan 2 pekerja risiko tinggi sehingga tergolong berbahaya dan diperlukan tindakan <br>seperti istirahat yang cukup, perubahan gaya hidup seperti kebugaran dan olahraga.</p>Luqmantoro LuqmantoroAngga Dwi SaputraIwan Zulfikar
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812112513210.36277/identifikasi.v12i1.843PENERAPAN SISTEM KEBAKARAN AKTIF DAN SISTEM KEBAKARAN PASIF PT CHITRA PARATAMA KARIANGAU BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/840
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem kebakaran aktif dan sistem kebakaran pasif di PT Chitra Paratama Kariangau Balikpapan sebagai upaya mitigasi risiko kebakaran di lingkungan kerja. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh tingginya angka kejadian kebakaran di sektor industri serta pentingnya pemenuhan standar keselamatan kerja yang tertuang dalam Permen PU No. 26/PRT/M/2008 dan Kepmenaker No.186/MEN/1999. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, checklist, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem proteksi kebakaran aktif seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, smoke detector, dan fire alarm memiliki tingkat kesesuaian sebesar 86,7% terhadap standar yang berlaku, dengan beberapa temuan ketidaksesuaian minor seperti label teknis yang tidak lengkap dan akses APAR yang terhalang. Sementara itu, penerapan sistem proteksi kebakaran pasif seperti fire door, jalur evakuasi, ruang aman, dan pengendali asap menunjukkan tingkat kesesuaian hanya 50%, dengan kekurangan signifikan pada fire door, ducting tahan api, dan fire damper. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian penerapan sistem proteksi kebakaran mencapai 72%.</p>Ade Yusuf AlamsyahKomeyni RusbaMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812113314210.36277/identifikasi.v12i1.840ANALISIS RISIKO PEKERJAAN BONGKAR MUAT BARANG MENGGUNAKAN FORKLIFT DI PT. CATUR MANUNGGAL HIDUP SEJAHTERA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/834
<p>JSA adalah singkatan dari <em>Job Safety Analysis</em> (Analisis Keselamatan Kerja), sebuah metode untuk mengidentifikasi potensi bahaya dalam suatu pekerjaan dan menentukan tindakan pengendalian untuk mencegah kecelakaan kerja. Proses ini melibatkan pemecahan pekerjaan menjadi langkah-langkah spesifik, analisis bahaya di setiap langkah, dan perumusan prosedur kerja aman untuk meminimalkan atau menghilangkan risiko. Tujuan dari penelitihan ini adalah yang selamat, aman, efisien dan produktif tujuan dari penelitihan ini adalah mengetahui gambaran kesesuian penelitihan JSA di PT. Catur Manunggal Hidup Sejahterah. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang dimana dalam peneliltian ini penulis melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan beberapa teknik pngumpulan data yaitu : wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang dimana dalam peneliltian ini penulis melakukan identifikasi masalah dengan menggunakan beberapa teknik pngumpulan data yaitu : wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dengan judul pelaksanaan <em>Job Safety Analysis</em> (JSA) di PT. Catur Manunggal Hidup Sejahterah maka dapat diambil kesimpulan bahwa terkhusus terhadap 3 elemen yaitu elemen 1 kepemimpinan dan komitmen, elemen 2 kebijakan dan sasaran strategis K3LL, elemen 6 implementasi dan pemantauan kinerja K3LL menunjukkan bahwa penilaian pada elemen satu dapat terealisasikan hingga 100%, pada elemen dua terealisasikan hingga 100% dan terdapat 84,6% yang terealisasikan pada elemen enam, yang sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2012 terkait sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada Perusahaan PT. Catur Manunggal Hidup Sejahtera.</p>Satrio Arrahman PratamaKomeyeni RusbaJames Evert Adolf Liku
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812114314910.36277/identifikasi.v12i1.834IMPLEMENTASI PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN LIFE RAFT BERDASARKAN SOLAS (SAFETY OF LIFE AT SEA) DI PT SURYA SEGARA BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/846
<p><em>Life raft</em> merupakan alat keselamatan penting di kapal yang berfungsi sebagai sarana evakuasi darurat bagi awak dan penumpang saat terjadi bahaya di laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemeliharaan dan perawatan <em>life raft</em> berdasarkan ketentuan <em>Safety of Life at Sea</em> (SOLAS) di PT Surya Segara Balikpapan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 89,96% kegiatan pemeliharaan dan perawatan telah sesuai dengan SOLAS Bab III dan <em>Life-Saving Appliances</em> (LSA) <em>Code</em>, sedangkan 10,04% belum terpenuhi, terutama pada item seperti <em>scissors, radar reflector</em>, dan <em>thermal protective aid.</em> Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kelengkapan peralatan, penyusunan daftar periksa standar, dan penguatan pengawasan internal agar implementasi keselamatan kerja di PT Surya Segara Balikpapan semakin optimal.</p>Hardiyono HardiyonoCeilin ArlitaPatunru Pongky
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812115015410.36277/identifikasi.v12i1.846IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PENGOPERSIAN CRANE PADA PT TARBANTIN MAKMUR ABADI
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/847
<p>Pengoperasian crane dalam industri konstruksi memiliki potensi bahaya tinggi yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja serius. Risiko ini muncul akibat kondisi alat, lingkungan kerja, serta kurangnya implementasi sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai tingkat risiko pada pengoperasian crane di PT Tarbantin Makmur Abadi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara terhadap operator dan rigger, serta dokumentasi. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control).Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai potensi bahaya dalam tiap tahapan pengoperasian crane, seperti medan kerja tidak stabil, penggunaan sling yang tidak layak, beban tanpa spesifikasi berat, serta kurangnya koordinasi kerja. Penilaian risiko menunjukkan adanya beberapa aktivitas yang memiliki kategori risiko tinggi sebelum dilakukan pengendalian. Melalui penerapan pengendalian risiko seperti inspeksi rutin, penerapan SOP, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan pelatihan K3, sebagian besar risiko dapat diturunkan ke tingkat sedang dan rendah.Penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya identifikasi bahaya dan penilaian risiko secara sistematis dalam meningkatkan keselamatan kerja di bidang pengoperasian crane.</p>Firza Al HafizhKomeyni RusbaMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812115516210.36277/identifikasi.v12i1.847ANALISIS PERANCANGAN SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN PASIF PADA PT ABC DI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/848
<p>PT ABC yang merupakan perusahaan otomotif atau dealer kendaraan bermotor roda dua dengan merk Honda. Awal mula berdiri PT ABC yaitu pada tahun 1962 hingga saat ini PT ABC memiliki lebih dari 87 dealer di seluruh Indonesia. Dalam proses pekerjaannya, banyak terdapat potensi bahaya yang dapat menyebabkan kebakaran baik dalam proses perawatan kendaraan, penggunaan alat-alat maupun penyimpanan bahan bakar dan oli untuk menunjang segala aktivitas dalam perawatan, perbaikan, serta penjualan kendaraan tersebut. Upaya penanggulangan kebakaran harus menjadi komitmen dari pihak yang terlibat seperti pihak perusahaan. Kebakaran merupakan suatu musibah yang tidak diinginkan.</p>Miswan MiswanKomeyni RusbaMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812116316710.36277/identifikasi.v12i1.848IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS DI PT HALIK KARYA MANDIRI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/849
<p>Tujuan daripada pengkajian ini guna menemukan potensi berbahaya yang terdapat dalam kegiatan pekerjaan workshop di PT. Halik Karya Mandiri Balikpapan dengan memakai metodologi <em>Job Safety Analysis</em> (JSA). Melalui identifikasi ini, peneliti dapat mengetahui sembilan potensial berbahaya dengan tingkat risiko tinggi yang muncul dari enam tahapan pekerjaan, termasuk persiapan, pengoperasian pompa, pemeliharaan pompa, instalasi listrik, dan pembersihan. Sebelum dilakukan pengendalian, semua potensi bahaya tersebut dinyatakan berisiko tinggi. Namun, setelah penerapan langkah-langkah pengendalian, penilaian risiko beralih menjadi medium untuk semua aktivitas yang diteliti. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi PT. Halik Karya Mandiri dalam menambah lindungan pada keselamatan serta Kesehatan kerja juga berfungsi sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang K3. Harapannya, penelitian ini bisa membantu perusahaan dalam menerapkan prosedur keselamatan yang lebih baik dan mengurangi risiko celaka saat kerja di tempat kerja.</p>Yudha AfriantoKomeyni RusbaIin Pratamasari
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812116817810.36277/identifikasi.v12i1.849ANALISIS PENERAPAN PROGRAM 5R PADA AREA WORKSHOP PT XYZ SAMBOJA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/850
<p>Lingkungan kerja yang aman, rapi, dan bersih merupakan faktor penting dalam mendukung keselamatan dan kesehatan kerja. Salah satu upaya untuk menciptakan kondisi tersebut adalah melalui penerapan program 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan program 5R di area workshop PT XYZ Samboja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari HSE, supervisor, dan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aspek Ringkas 50% (tidak baik), Rapi berada dalam kategori (cukup baik) dengan presentase 60%, aspek Resik 75% (cukup baik), Rawat 40% (tidak baik), dan Rajin hanya 50% (tidak baik). Secara keseluruhan, penerapan program 5R di workshop PT XYZ Samboja tergolong <em>cukup baik</em> dengan total capaian 53%. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun sebagian aspek 5R telah diterapkan dengan baik, masih diperlukan peningkatan pada elemen Ringkas,Rawat,Rajin, serta pembuatan SOP 5R yang terintegrasi. Disarankan kepada perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap 5R melalui pelatihan, evaluasi berkala, serta sosialisasi berkelanjutan demi terciptanya budaya kerja yang aman dan produktif.</p>Chandra Kurniawan PutraMerry Krisdawati SipahutarAndi Surayya Mappangile
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812117918610.36277/identifikasi.v12i1.850EVALUASI HIGINE SANITASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA RSUD PURUK CAHU DI KABUPATEN MURUNG RAYA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/853
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi higiene sanitasi pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2023 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan. Rumah sakit merupakan salah satu institusi pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis dan nonmedis, baik padat maupun cair, yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh langsung dari aktivitas di lapangan, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen terkait profil rumah sakit dan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam parameter penilaian, sebanyak 67% telah memenuhi standar yang ditetapkan, sedangkan 33% belum sesuai, khususnya dalam pengelolaan limbah B3 dan efektivitas IPAL. Dengan demikian, sistem pengelolaan limbah cair di RSUD Puruk Cahu dikategorikan cukup baik, namun masih memerlukan perbaikan pada aspek tertentu agar tidak membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam peningkatan sistem pengelolaan limbah rumah sakit.</p>Suryanata SuryanataImpol SiboroKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812118719110.36277/identifikasi.v12i1.853HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN KOMPUTER TERHADAP KELUHAN KELELA MATA PADA PEHANKERJA DI PT. ITCI HUTANI MANUNGGAL
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/852
<p>Kelelahan mata adalah perasaan tegang pada mata yang disebabkan oleh penggunaan indera penglihatan dalam bekerja yang memerlukan kemampuan untuk melihat dalam jangka waktu yang lama yang biasanya disertai dengan kondisi pandangan yang tidak nyaman. Keluhan kelelahan mata yang dirasakan seperti penglihatan yang kabur, merasakan berat dimata, penglihatan berbayang, kesulitan dalam memfokuskan penglihatan, dan mata perih. Penelitian ini dilakukan di PT. Itci Hutani Manunggal yaitu sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tananaman Industri (HTI). Dalam tugas dan tanggung jawab setiap harinya pekerja di main office PT. Itci Hutani Manunggal selalu menggunakan perangkat kerja berupa komputer untuk memudahkan pekerjaannya dimana pekerja akan berada di depan komputer selama berjam-jam. dimana hal tersebut berpotensi sebagai penyebab terjadinya kelelahan mata. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengaruh lama penggunaan komputer dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja di PT. Itci Hutani Manunggal. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik Total Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa kejadian keluhan kelelahan mata lebih banyak dialami oleh responden yang penggunaan komputer selama ≥ 4 jam dengan nilai p = 0,048 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan komputer dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja pengguna komputer di main office PT. Itci Hutani Manunggal.</p>Muhamad NurReinaldi Cristian BalalembangYan Fuadi
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812119219810.36277/identifikasi.v12i1.852EFEKTIFITAS KESELAMATAN PEKERJAAN INSPEKSI BOILER PADA PT. XYZ DI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/857
<p>Pada zaman sekarang ini penggunaan uap air sangat luas dalam kehidupan sehari-hari baik dalam rumah tangga maupun dalam industri. Salah satu alat yang mampu menghasilkan uap air adalah ketel uap atau boiler. Produksi uap harus dapat memenuhi kebutuhan pabrik, maka setiap komponen ketel uap harus berada dalam kondisi baik, untuk itu evaluasi terhadap prestasi kerja ketel uap perlu dilakukan, terutama untuk mengetahui efisiensi dari ketel uap tersebut. Inspeksi (pemeriksaan) dapat dilakukan terhadap unit ketel uap (boiler), untuk menyatakan atau meyakinkan apakah unit boiler tersebut berada pada kondisi siap berkerja sesuai dengan unjuk kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas keselamatan kerja inspeksi boiler pada PT XYZ Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder, teknik pengambilan data dengan cara wawancara dan observasi, kemudian data dianalisis dengan deskriptif presentase, yang kemudian hasil dari perbandingan objek penelitian tersebut dibandingkan dengan standar acuan yang ada, kemudian data diolah dengan cara membandingkan kondisi actual di lapangan dengan standar kesesuaian dikali 100%. Hasil penelitian menunjukkan dari 8 langkah inspeksi, 7 langkah inspeksi yang efektif dan 1 langkah yang tidak efektif. Dari hasil tersebut membuktikan bahwa keselamatan inspeksi boiler telah efektif 87,5%. Namun dalam hal ini perlu selalu memiliki kesadaran berapa pentingnya untuk selalu menyadari bahaya-bahaya dari pekerjaan yang dilakukan dan memiliki kesadaran untuk selalu bekerja dengan aman baik untuk diri sendiri, orang lain bahkan masyarakat sekitar.</p>Alfrida SanggalangiIsradi ZainalJames Evert Adolf Liku
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812119920510.36277/identifikasi.v12i1.857PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA KARYAWAN KOPI KENANGAN BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/854
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh shift kerja terhadap kelelahan kerja karyawan Kopi Kenangan Balikpapan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dan melibatkan 51 karyawan operasional yang dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan shift kerja berpengaruh signifikan terhadap kelelahan kerja dengan nilai t-hitung = 4,073 > t-tabel = 1,675 dan signifikansi p = 0,000 (< 0,05). Nilai Adjusted R² = 0,250 mengindikasikan bahwa shift kerja menjelaskan 25% variasi kelelahan kerja, sementara 75% sisanya dipengaruhi faktor lain. Secara deskriptif, karyawan shift pagi cenderung mengalami kelelahan rendah, shift sore berada pada kategori sedang, sedangkan shift malam menunjukkan tingkat kelelahan tertinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa shift kerja, khususnya shift malam, berpengaruh nyata terhadap kelelahan karyawan, sehingga diperlukan pengaturan jadwal kerja yang proporsional, rotasi shift yang adil, serta pemberian waktu istirahat memadai untuk menjaga kesehatan dan produktivitas.</p>Sri WahyuniMuhammad SyahrulIwan ZulfikarMuhammad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812120621410.36277/identifikasi.v12i1.854PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PROYEK KONSTRUKSI PADA PT. PESONA MUTIARA BORNEO
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/594
<p>Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) berfungsi sebagai bentuk perlindungan bagi tenaga kerja sekaligus menjaga aset perusahaan, dengan tujuan memberikan jaminan kondisi yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan serta melindungi sumber daya manusia perusahaan. Dengan adanya program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) diharapkan akan meningkatkan kinerja karyawan. Kinerja dapat diartikan sebagai suatu hasil dan usaha seseorang yang dicapai dengan adanya kemampuan dan perbuatan dalam situasi tertentu. PT. Pesona Mutiara Borneo merupakan perusahaan lokal yang bergerak pada bidang kontruksi, Baching plant, Manpower, penyedia jasa, Perdagangan material bangunan, Jasa angkutan, Jasa bongkar muat pelabuhan dan penyedia jasa tenaga kerja yang yang didukung oleh tim manejemen yang mempunyai pengalaman, kompetensi dan dedikasi dibidang tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor K3 dan mengetahui variabel mana yang paling dominan. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil output t hitung diperoleh sebesar 3, 248 dan hasil output f hitung sebesar 7,185. dengan variabel X yaitu keselamatan dan kesehatan kerja serta variabel Y sebagai kinerja karyawan.</p>Diki Fauzi FebriadiKomeyni RusbaJames Evert Adolf Liku
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812121522010.36277/identifikasi.v12i1.594PENERAPAN PROGRAM SAFETY DRIVING TERHADAP KESELAMATAN BERKENDARA PADA PT. BAKTI PANGERAN NUSANTARA DI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/870
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan program <em>safety driving </em>dan pengaruhnya terhadap keselamatan berkendara pada sopir kendaraan operasional PT Bakti Pangeran Nusantara Balikpapan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta penelaahan dokumen keselamatan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program <em>safety driving </em>berperan signifikan dalam membentuk perilaku berkendara aman dan meningkatkan pemahaman sopir mengenai prosedur keselamatan. Meskipun demikian, implementasi di lapangan belum optimal akibat kelelahan sopir, tekanan target waktu, serta minimnya pelatihan praktik dan evaluasi keselamatan. Disimpulkan bahwa program <em>safety driving </em>telah memberikan dampak positif, namun perlu penguatan pada aspek pelatihan, pengawasan, dan pengendalian risiko.</p>Maslina MaslinaMuhammad Rayhan GhiffariKomeyni RusbaJames Evert A. Liku
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812122122510.36277/identifikasi.v12i1.870EVALUASI PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI XYZ BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/871
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem tanggap darurat kebakaran di XYZ Balikpapan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan risiki kebakaran di lingkungan kerja. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi keadaan darurat guna meminimalkan kerugian materi maupun korban jiwa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa XYZ Balikpapan telah memiliki struktur organisasi penanggulangan kebakaran, prosedur pelaporan, serta fasilitas proteksi kebakaran seperti APAR dan hydrant. Namun, terdapat beberapa kekurangan, antara lain kurangnya pelatihan rutin bagi pekerja, pembaruan SOP yang belum menyeluruh, serta pemeliharaan alat yang tidak dilakukan secara rutin. Kesimpulannya, sistem tanggap darurat kebakaran di XYZ Balikpapan sudah diterapkan tetapi belum optimal sehingga perlu dilakukan peningkatan dalam aspek pelatihan, sosialisasi, dan inspeksi peralatan secara terjadwal.</p>Sayyid Faris RajaKomeyni RusbaImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812122623010.36277/identifikasi.v12i1.871EVALUASI SISTEM PERAWATAN ALAT KESELAMATAN RAKIT PENOLONG PADA KAPAL TUGBOAT DI PT ANUGERAH MEGAH REJEKI
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/872
<p style="font-weight: 400;">Rakit penolong (Inflatable liferaf) merupakan rakit penolong yang dapat dikembangkan pada saat dilempar kelaut secara automatis rakit jenis ini disebut juga sebagai Inflatable liferaft (ILR). Perangkat rakit penolong ini merupakan perangkat keselamatan yang digunakan dikapal-kapal sehingga kondisi sekoci penolong ini harus maksimal agar siap digunakan jika ada insiden, untuk itu perwatan alat keselamatan sekoci penolong perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sistem perawatan alat keselamatan sekoci penolong pada kapal tugboat PT Anugrah Megah Rejeki. Metode pendekatan penelitian deskriptif dengan metode deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat optimalisasi perawatan sekoci pada PT. Anugrah Megah Rejeki. Faktor-faktor tersebut meliputi tidak terlaksananya kegiatan perawatan rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam SOLAS Chapter III, keterbatasan waktu yang tersedia untuk melakukan perawatan, serta belum dilaksanakannya pengujian mesin sekoci secara berkala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melaksanakan perawatan sesuai ketentuan SOLAS 1974 serta menerapkan Planned Maintenance System (PMS) yang diberlakukan di atas kapal, guna memperoleh hasil perawatan sekoci penolong yang optimal. Penerapan sistem perawatan terencana atau Planned Maintenance System (PMS) sebagaimana diatur dalam sistem manajemen keselamatan juga diharapkan dapat mempermudah proses pelaksanaan perawatan sekoci penolong secara berkelanjutan dan efektif.</p>Andi Rahmat ParawanzahKomeyni RusbaMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812123123510.36277/identifikasi.v12i1.872KEPATUHAN FOOD HANDLER TERHADAP RAMBU K3 DAN LARANGAN ZAT ADITIF SESUAI ISO 7010 DI PT KMBU
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1224
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman, persepsi, dan praktik karyawan <em>food handler</em> di PT Kaltim Multi Boga Utama terkait kepatuhan terhadap rambu K3 kategori <em>mandatory action</em> sesuai standar ISO 7010 serta larangan penggunaan zat aditif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa [masukkan ringkasan hasil di sini, misal: tingkat kepatuhan sudah baik namun terkendala fasilitas]. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya pembaharuan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan evaluasi kebijakan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.</p>Ibrahim TappangBowo SusiloFelixtianus Eko Wismo Winarto
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812123624210.36277/identifikasi.v12i1.1224ANALISIS SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DI GEDUNG ANGGREK HITAM RSUD dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1221
<p>Keselamatan kebakaran di rumah sakit merupakan aspek kritis mengingat kompleksitas bangunan, keberadaan pasien dengan mobilitas terbatas, serta penggunaan peralatan medis dan bahan kimia yang rentan terhadap kebakaran. <strong>Permenaker No. 02/MEN/1983</strong> tentang Instalasi Alarm Kebakaran menjadi regulasi utama di Indonesia yang mengatur standar teknis sistem alarm, termasuk persyaratan detektor, suara alarm, dan pemeliharaan. Namun, implementasinya di banyak rumah sakit seringkali menghadapi kendala seperti keterbatasan anggaran, teknologi yang tidak terbaru, dan kurangnya kesadaran sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian instalasi alarm kebakaran di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dengan regulasi tersebut serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan . Data dikumpulkan melalui: Observasi lapangan instalasi alarm di setiap lantai. Wawancara mendalam dengan 3 narasumber (<em>HSE Officer , Staff Engineering, dan Staff administrasi</em>). Tinjauan dokumen (laporan inspeksi, sertifikat alat, dan kebijakan internal RS). Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi dan pembandingan terhadap 5 pasal kunci dalam Permenaker No. 02/MEN/1983, khususnya terkait cakupan alarm (Pasal 2), sumber listrik darurat (Pasal 3), dan frekuensi pemeliharaan (Pasal 5). Temuan penelitian menunjukkan bahwa: Kalibrasi alarm hanya dilakukan 1 kali/tahun, tidak memenuhi rekomendasi Permenaker (6 bulan sekali).</p>Wahyu Jabar SolihinHardiyono HardiyonoAdji Swandito
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812124324710.36277/identifikasi.v12i1.1221IDENTIFIKASI BAHAYA PADA PEKERJAAN PEMASANGAN UNIT POMPA PADA PROYEK PEMBANGUNAN KILANG BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1244
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi suatu bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko dengan metode <em>Hazard Identification, Risk Assessment And Risk Control</em> (HIRARC). HIRARC merupakan salah satu cara untuk mengidentifikasi suatu bahaya, melakukan penilaian risiko dan melakukan pengendalian risiko. Metode penilaian yang digunakan kualitatif. Objek penelitian ini adalah pekerjaan yang berpotensi bahaya di proyek pembangunan kilang Balikpapan. Hasil yang diketahui bahwa pekerjaan ini memiliki 6 tahapan yang dimana terdapat 2 tahapan yang memiliki potensi risiko tinggi, 3 tahapan yang memiliki potensi risiko rendah dan 1 tahapan yang memiliki potensi risiko rendah. Adapun pengendalian yang diusulkan dengan cara mematuhi SOP yang berlaku pada perusahaan dan seluruh pekerja wajib menggunakan APD <em>mandatory</em> yang diberlakukan oleh perusahaan.</p>Achmad Rizky Wardhani
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812124825410.36277/identifikasi.v12i1.1244POTENSI RISIKO ALAT ANGKUT LOGISTIK PERALATAN TAMBANG TRANSPORTASI DARAT DI PT INTIPRATAMA SARANA PRIMA KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1246
<p>Kegiatan pengiriman logistik material tambang merupakan salah satu aktivitas operasional dengan tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tinggi, terutama akibat penggunaan alat angkut berat, kondisi jalan hauling, serta faktor manusia dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memprioritaskan risiko K3 pada kegiatan pengiriman logistik material tambang di PT Intipratama Sarana Prima. Metode yang digunakan adalah integrasi <em>Hazard and Operability Study</em> (HAZOP) dan <em>Failure Mode and Effects Analysis</em> (FMEA).</p> <p>Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan personel terkait, serta pengisian lembar kerja HAZOP dan FMEA berdasarkan kondisi aktual operasional. Metode HAZOP digunakan untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan deviasi proses pada setiap tahapan pengiriman logistik, sedangkan FMEA digunakan untuk menilai tingkat risiko berdasarkan parameter <em>Severity</em>, <em>Occurrence</em>, dan <em>Detection</em> yang dinyatakan dalam nilai <em>Risk Priority Number</em> (RPN).</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko dengan nilai RPN tertinggi berasal dari kegagalan sistem pengereman alat angkut (RPN = 108) dan kondisi jalan hauling yang tidak memenuhi standar keselamatan (RPN = 120). Kedua risiko tersebut termasuk dalam kategori risiko tinggi dan memerlukan tindakan pengendalian segera melalui perbaikan teknis, penguatan prosedur kerja, serta peningkatan kompetensi operator. Integrasi metode HAZOP dan FMEA terbukti mampu memberikan analisis risiko K3 yang sistematis dan komprehensif sebagai dasar penentuan prioritas pengendalian risiko pada kegiatan pengiriman logistik material tambang.</p>Yasid Abdul KadirBowo Susilo
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812125526210.36277/identifikasi.v12i1.1246ANALISIS POTENSI BAHAYA ERGONOMI PADA BAGIAN DISTRIBUSI DI PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1264
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko <em>Musculoskeletal Disorders </em>(MSDs) pada pekerja bagian distribusi di PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara, kuesioner <em>Nordic Body Map </em>(NBM), dan penilaian postur kerja menggunakan <em>Rapid Entire Body Assessment </em>(REBA). Hasil menunjukkan seluruh pekerja mengalami keluhan MSDs di punggung, pergelangan tangan, dan tangan kanan. Skor REBA mengindikasikan risiko sedang hingga tinggi, dengan 40% pekerja risiko sedang dan 60% risiko tinggi. Disarankan intervensi ergonomi berupa pelatihan postur, alat bantu, dan desain ulang stasiun kerja untuk menurunkan risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas pekerja.</p>Iwan ZulfikarMuhammad Zulfikar AkmalLuqmantoro Luqmantoro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812126326710.36277/identifikasi.v12i1.1264PENGARUH PENGETAHUAN KESELAMATAN BERKENDARA TERHADAP STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR DI PERTAMBANGAN PADA PT KALTIM PRIMA COAL
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1263
<p>Industri pertambangan merupakan sektor dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama dalam aktivitas operasional seperti pengangkutan material menggunakan kendaraan berat. Dalam lingkungan pertambangan, pengoperasian kendaraan berat seperti truk dan alat berat lainnya memerlukan pemahaman yang mendalam tentang keselamatan berkendara. Pada kegiatan pertambangan adanya potensi risiko kecelakaan kerja adalah kemungkinan hal yang sering terjadi. Pengetahuan yang memadai dapat meningkatkan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mengurangi risiko kecelakaan. PT Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Pekerjaan perusahaan KPC banyak menggunakan alat berat pada kegiatan pertambangan sehingga memiliki potensi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan keselamatan berkendara terhadap standar operasional prosedur di pertambangan pada PT Kaltim Prima Coal. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan <em>cross sectional study. </em>Populasinya adalah pengemudi Operator Alat Berat di PT. Kaltim Prima Coal sebanyak 32 orang. Pengambilan data karakteristik sampel, pengetahuan keselamatan berkendara terhadap standar operasional prosedur di pertambangan adapun analisis bivariat menggunakan uji <em>chi square</em>, kemudian data yang diperoleh diolah menggunakan <em>software </em>SPSS untuk mengetahui pengaruh pengetahuan keselamatan berkendara terhadap standar operasional prosedur. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pengetahuan keselamatan kerja terhadap standar operasional prosedur, berdasarkan penelitian diperoleh nilai Asymp. Sig sebesar 0,027. Karena nilai Asymp. Sig 0,027 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan keselamatan berkendara terhadap standar operasional prosedur di pertambangan pada PT Kaltim Prima Coal.</p>Komeyni RusbaAhmad Thariq AzisMuhammad Nur
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812126827510.36277/identifikasi.v12i1.1263IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO ERGONOMI PADA POSTUR KERJA STAF KEPOLISIAN DALAM PENGURUSAN LOGISTIK DI POLRES BERAU DENGAN PENDEKATAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA)
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1270
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko ergonomi pada postur kerja staf kepolisian dalam pengurusan logistik di Polres Berau dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Aktivitas pengangkatan dan pemindahan logistik secara manual berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal akibat postur kerja yang tidak ergonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap lima orang staf logistik. Hasil analisis menggunakan metode REBA menunjukkan bahwa tingkat risiko ergonomi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan skor rata-rata 11–12. Selain itu, hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan adanya keluhan pada bagian leher, punggung, bahu, dan pinggang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan perbaikan postur kerja, pelatihan ergonomi, dan penggunaan alat bantu angkat untuk mengurangi risiko cedera muskuloskeletal pada staf logistik Polres Berau.</p>Bagus Aldi IrawanKomeyni RusbaMuhammad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812127628010.36277/identifikasi.v12i1.1270PENERAPAN SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA DI PT. BALIKPAPAN READY MIX PILE
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1265
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesesuaian penerapan sistem tanggap darurat kebakaran dalam upaya meningkatkan keselamatan kerja di PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada sistem proteksi aktif, APAR memiliki tingkat kesesuaian 100%, sementara detektor asap hanya 33% dan sistem hydrant serta sprinkler belum tersedia sama sekali. Untuk sistem proteksi pasif, tingkat kesesuaian sebesar 40%, menunjukkan bahwa perlindungan terhadap penjalaran api masih rendah. Sarana penyelamatan jiwa seperti jalur evakuasi, rambu, tangga darurat, dan titik kumpul telah tersedia dengan tingkat kesesuaian 80%, meskipun masih ditemukan kekurangan teknis seperti arah ayunan pintu dan minimnya pemeliharaan tangga. Hasil kuesioner memperkuat temuan ini, di mana mayoritas responden menunjukkan persepsi positif terhadap sistem yang ada, dengan 62% memilih “Setuju” dan 17% “Sangat Setuju”. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem tanggap darurat kebakaran di perusahaan telah diterapkan cukup baik pada beberapa aspek, namun masih perlu ditingkatkan terutama pada instalasi proteksi otomatis dan infrastruktur tahan api guna memastikan keselamatan kerja yang sesuai.</p>Muhammad Abdul GhaniHardiyono HardiyonoAdji Swandito
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812128128610.36277/identifikasi.v12i1.1265ANALISIS RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA PENGOLAHAN AIR BERSIH DI PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1257
<p>Industri pengolahan air bersih memiliki risiko keselamatan kerja yang signifikan, terutama selama proses pembubuhan dan pengenceran di mana bahan kimia berbahaya dan peralatan mekanis digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bahaya, menilai risiko, dan membuat strategi pengendalian risiko untuk keselamatan kerja pada proses pembubuhan dan pengenceran di Instalasi Pengolahan Air PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Wawancara semi-terstruktur dengan karyawan dan pengawas, observasi lapangan, serta analisis dokumen digunakan untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 43 potensi bahaya dari 8 aktivitas utama proses pembubuhan dan pengenceran, yang terdiri dari bahaya fisik, kimia, dan ergonomis. Sebelum dilakukan pengendalian tambahan, proporsi risiko sedang sebesar 58% dan tinggi 42%. Setelah pengendalian tambahan berdasarkan hirarki pengendalian risiko, proporsi risiko menurun menjadi 72% rendah dan 28% sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode HIRARC yang sistematis dengan pengendalian yang tepat dapat menurunkan tingkat risiko keselamatan kerja secara signifikan.</p>Keyvin WijayaAndi Surayya MappangileLuqmantoro Luqmantoro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812128729410.36277/identifikasi.v12i1.1257IMPLEMENTASI SISTEM TANGGAP DARURAT KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT DR. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1273
<p>Kebakaran merupakan salah satu ancaman serius di lingkungan kerja, termasuk rumah sakit, yang dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa. Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan sebagai rumah sakit rujukan di Kalimantan Timur memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi mengingat kompleksitas fasilitas dan tingginya aktivitas medis. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, serta telaah dokumen dengan informan dari tim K3RS dan petugas keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah sakit telah memiliki sistem tanggap darurat kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa.sistem tanggap darurat kebakaran di rumah sakit ini sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih perlu peningkatan dalam pemerataan pelatihan seluruh staf dan optimalisasi sarana penyelamatan jiwa agar efektivitas tanggap darurat semakin maksimal.</p>Muhammad Firja AkmalHardiyono HardiyonoMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812129529810.36277/identifikasi.v12i1.1273ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH B3 PADA KEGIATAN OPERASIONAL WORKSHOP PT. COATES HIRE INDONESIA DI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1276
<p>Perkembangan industri memberikan banyak manfaat, namun juga menimbulkan dampak negatif berupa limbah hasil proses industri, termasuk limbah B3. Apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik dan dibuang langsung ke lingkungan, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, makhluk hidup, serta merusak keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan perusahaan terhadap penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari HSE Manager dan HSE Officer PT. Coates Hire Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3 PT. Coates Hire Indonesia terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 mencapai 73%, dengan nilai terendah terdapat pada indikator pengemasan limbah B3. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan dan pengendalian sesuai rekomendasi yang ditawarkan pada penelitian ini guna meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi serta mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.</p>Iin PratamasariRidho Agung NaufalWidya Mulya
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812129930410.36277/identifikasi.v12i1.1276ANALISIS PENILAIAN CONTRACTOR MANAGEMENT SYSTEM (CSMS) PADA KONTRAKTOR PT. XYZ
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1280
<p>PT. XYZ menerapkan <em>Contractor Management System </em>(CMS) untuk memastikan kinerja K3L para kontraktor terpenuhi. Namun, hasil evaluasi tahunan menunjukkan masih ada kontraktor dengan skor di bawah standar. Penelitian ini menyajikan analisis penilaian CMS pada dua kontraktor (disebut PT A dan PT B) di PT. XYZ, berfokus pada lima elemen utama CMS: (1) strategi perencanaan & kepemimpinan, (2) perencanaan sumber daya & pengelolaan lingkungan, (3) perencanaan & pengendalian operasi, (4) pengukuran, pemantauan & analisa, serta (5) evaluasi & perbaikan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan menggunakan lembar evaluasi CMS, wawancara dengan pihak HSE PT. XYZ dan perwakilan kontraktor, serta studi dokumen terkait. Hasil menunjukkan PT A memenuhi sebagian besar elemen dengan baik (skor ~85%) meskipun sempat terjadi insiden fatal, sedangkan PT B hanya mencapai ~62% sehingga digolongkan tidak memenuhi persyaratan minimum. Kelemahan utama PT B terdapat pada rendahnya keterlibatan manajemen dan alokasi sumber daya, implementasi pengendalian operasi yang tidak konsisten, serta lemahnya sistem monitoring dan <em>feedback</em>. Kesimpulannya, PT B gagal memenuhi standar CMS karena kombinasi kegagalan <em>top-down</em>, <em>bottom-up</em>, dan <em>feedback loop </em>dalam penerapan K3L.</p>Moh Asril AkmalKomeyni RusbaImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812130531210.36277/identifikasi.v12i1.1280ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PETUGAS CLEANING SERVICE DI UNIT RAWAT INAP RUMAH SAKIT XY
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1285
<p>Pada penelitian ini menganalisis managemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) petugas <em>cleaning service</em> di unit rawat inap rumah sakit XY. pada latar belakang mencakup peningkatan kecelakaan kerja di sektor kesehatan, paparan bahan kimia, limbah infeksius, lantai licin dan gangguan muskuloskeletal akibat beban kerja berat,sesuai data bpjs ketanagakerjaan 2024. Merupakan tujuan utama adalah mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko dan merumuskan pengendalian berdasarkan iso 3100 : 2018, metode yang digunakan metode kualitatif digunakan melalui observasi, wawancara, dengan 4 informan yang terdiri dari (petugas <em>cleaning service</em>, kepala kesehatan lingkungan, serta supervisior <em>cleaning service</em>) identifikasi bahaya yang di lakukan dengan klasifikasi <em>unsafe action</em> dan <em>unsafe condition</em>, diikuti penialian <em>likelihood</em> (skala 1-5) dan <em>severity</em> (skala1-5) untuk menghasilkan matriks risiko dari hasil penelitian menunjukkan ada nya 16 bahaya utama, serta didominasi oleh <em>unsafe condition</em> seperti keramik retak kabel berantakan dan safety box jebol, dengan risiko kebanyakan low hingga medium setelah pengendalian hieraki (eliminasi, subtusi,rekayasa, administrasi, APD) dengan ada nya tambahan perlu nya perbaikan fasilitas yang lebih memadai. Manajemen risiko hirarc efektif menurunkan insiden.</p>Naufal RafifAndi Surayya MappangileLuqmantoro Luqmantoro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812131332010.36277/identifikasi.v12i1.1285ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA KEGIATAN LOADING DI PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA PADA PT X DI SANGATA DENGAN METODE HIRARC
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1271
<p>Kegiatan loading point pada perusahaan tambang batubara merupakan salah satu aktivitas kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi karena melibatkan pergerakan alat berat, kondisi medan yang tidak stabil, serta interaksi langsung antar unit kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko kecelakaan kerja pada kegiatan loading di PT X yang berlokasi di Sangata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan lima informan yang terdiri dari safety coordinator, pengawas lapangan, dan operator alat berat, serta studi dokumentasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan tahapan aktivitas loading dengan berbagai potensi bahaya, antara lain permukaan tanah tidak stabil, material labil, area sempit, tinggi meja digger yang tidak sesuai, antrian loading, hingga manuver truk. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan adanya risiko dengan kategori sedang hingga ekstrem. Setelah dilakukan penerapan pengendalian berdasarkan hirarki pengendalian risiko, terjadi penurunan tingkat risiko menjadi lebih terkendali.</p> <p>Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode HIRARC efektif dalam mengidentifikasi dan menurunkan risiko kecelakaan kerja pada kegiatan loading, serta dapat menjadi dasar dalam peningkatan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan tambang batubara.</p>Agchel Randa BandasoMerry Krisdawati SipahutarLina Yuliana
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812132132710.36277/identifikasi.v12i1.1271IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PEKERJAAN PENGGALIAN PADA PROYEK PT.WIGNYO
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1284
<p>Pada proses Pembangunan jalan akan di lakukan pekerjaan tanah yang meliputi penggalian, di Lokasi yang di rencanakan, yang di lakukan sebagai badan jalan. Dengan pekerjaan galian di lakukan dengan skala besar begitu pun akan tingginya kecelakaan kerja. Salah satu sumber bahaya yang berasal dari faktor lingkungan yaitu tempat kerja yang memiliki potensi bahaya tinggi.</p> <p>Metode HIRADC meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko serta pengendalian bahaya. Identifikasi bahaya di lakukan secara observasi lapangan dan wawancara kepada pihak <em>safety office</em>. Setelah itu, melakukan penilaian risiko dengan mengacu Permen PUPR No. 10 Tahun 2021. Penentuan pengendalian risiko berdasarkan hierarki pengendalian yaitu eliminasi, subtitusi, rekayasa Teknik, administrative, dan alat pelindung diri (APD).</p>Efranly Hosea TombokanKomeyni RusbaImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812132833110.36277/identifikasi.v12i1.1284ANALISIS PENGARUH PENGELOLAAN BAHAYA DALAM PEKERJAAN SURVEI BATIMETRI TERHADAP PRODUKTIVITAS PEKERJA DI PT. BINAV MAJU SEJAHTERA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1267
<p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis pengelolaan limbah padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di PT. Hidup Baru Perdana Abadi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah B3 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan perusahaan telah mematuhi regulasi yang berlaku. Proses pengelolaan limbah dilakukan dengan menyerahkan limbah kepada pengumpul resmi yang berizin, serta menyusun laporan pelaksanaan kegiatan penyimpanan limbah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Meskipun perusahaan telah memenuhi banyak kriteria, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi karyawan, perbaikan fasilitas penyimpanan, dan pelaksanaan audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur yang aSurvei batimetri merupakan kegiatan pengukuran perairan yang memiliki tingkat risiko kerja relatif tinggi karena dilakukan di lingkungan perairan yang dinamis dan melibatkan penggunaan peralatan teknis. Pengelolaan bahaya yang tidak optimal berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja dan mengganggu produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelolaan bahaya dalam pekerjaan survei batimetri terhadap produktivitas pekerja di PT Binav Maju Sejahtera. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen keselamatan kerja. Fokus analisis diarahkan pada penerapan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), standar operasional prosedur (SOP), serta pelaksanaan safety briefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengelolaan bahaya yang dilakukan secara konsisten mampu mendukung efisiensi kerja, menjaga kualitas data survei, serta meningkatkan kehadiran dan partisipasi pekerja. Namun demikian, masih ditemukan kendala dalam penerapan di lapangan, terutama terkait faktor cuaca, kondisi peralatan, dan kepatuhan individu terhadap prosedur keselamatan kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam memperkuat pengelolaan bahaya guna mendukung produktivitas kerja yang berkelanjutan.</p>Bima Bintang Satria SajangbatiKomeyni RusbaMuhamad Nur
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812133234010.36277/identifikasi.v12i1.1267HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PT ANGKASA PURA INDONESIA
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1268
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara beban kerja dan stres kerja pada karyawan Divisi Security Protection PT Angkasa Pura Indonesia di Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em> dan melibatkan seluruh karyawan berjumlah 56 orang melalui metode <em>total sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi kuesioner NASA-TLX untuk mengukur beban kerja dan kuesioner HSE untuk menilai tingkat stres kerja. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (85,7%) memiliki beban kerja pada kategori tinggi, sedangkan tingkat stres kerja berada pada kategori sedang (42,9%) dan tinggi (46,4%). Nilai rata-rata skor beban kerja adalah 60,77 (kategori tinggi) dan rata-rata stres kerja sebesar 110,14 (kategori sedang). Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dan stres kerja, dengan nilai ρ = 0,293 dan p = 0,029. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkaitan dengan peningkatan tingkat stres kerja karyawan. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pengelolaan beban kerja serta upaya pencegahan stres kerja sebagai bagian dari strategi peningkatan kesejahteraan dan produktivitas karyawan.</p> <p><em>This study aims to examine the relationship between workload and work stress among employees of the Security Protection Division at PT Angkasa Pura Indonesia in Balikpapan. A quantitative approach with a cross-sectional design was applied, involving all 56 employees selected through a total sampling method. Workload was measured using the NASA-TLX questionnaire, while work stress was assessed using the HSE questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. The results showed that most respondents (85.7%) experienced a high level of workload, while work stress levels were categorized as moderate (42.9%) and high (46.4%). The average workload score was 60.77 (high category), and the average work stress score was 110.14 (moderate category). The Spearman Rank test revealed a significant positive relationship between workload and work stress, with a correlation coefficient of ρ = 0.293 and a significance value of p = 0.029. These findings indicate that higher workload is associated with increased levels of work stress</em></p>Ahmad Khoirul FikriAndi Surayya MappangileLuqmantoro Luqmantoro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812134134610.36277/identifikasi.v12i1.1268IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RESIKO PEKERJAAN MEKANIK BENGKEL MULIA MOTOR TAMAN SARI KOTA BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1289
<p>Performa sepeda motor yang memanfaatkan secara berkelanjutan mengalami penurunan akibat sejumlah factor penentu, antara lain keausan komponen, kelelahan mesin, akumulasi kotoran, serta variasi pada pengaturan start (Rubiono dan Mukhtar, 2021). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode HIRARC bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan strategi pengendalian pekerjaan mekanik di bengkel, berdasarkan hasil wawancara dan penilaian resiko dengan metode hirarc di bengkel mulia motor taman sari masih belum sepenuhnya mengikuti peraturan keselamatan kerja saat ini maka dari itu peneliti membantu bengkel untuk mengidentifikasi dan pengendaliannya serta memberikan saran agar bengkel mulia motor taman sari bisa bekerja secara aman dalam jangka waktu Panjang dan pendek dan sesuai peraturan keselamatan kerja yang berlaku. </p>Dhiemas Putera SatriadisiKomeyni RusbaImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812134734910.36277/identifikasi.v12i1.1289IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO PADA HOTEL X BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1266
<p>Penelitian berjudul “Identifikasi Bahaya dan Penlian Risiko Pada Hotel X Balikpapan”. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian risiko pada pekerjaan di area Hotel X Balikpapan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment & Risk Control). Pendekatan kualitatif diterapkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pekerja, dan analisis dokumen K3. Hasil menunjukkan terdapat 7 bahaya utama. Risiko awal untuk masing-masing aktivitas berkategori High (skor 12) atau Moderate (skor 6), namun pengendalian awal meliputi Penggunaan APD, SOP dan perbaikan postur tubuh berhasil menurunkan seluruh risiko menjadi Low (skor 4). Temuan kualitatif mempertegas kesadaran pekerja terhadap bahaya, meski kepatuhan APD dan kondisi fasilitas perlu ditingkatkan. Berdasarkan hierarki kontrol risiko, direkomendasikan eliminasi/substitusi sumber bahaya, pemasangan local exhaust dan interlock guard, peninjauan SOP K3 secara berkala, audit kepatuhan APD, serta sistem pelaporan near-miss untuk continuous improvement budaya K3.</p>Henrico Gabriel Samona TaminKomeyni RusbaImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812135035410.36277/identifikasi.v12i1.1266HUBUNGAN KEBISINGAN TERHADAP STRES KERJA PADA ANAK BUAH KAPAL PT. PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1290
<p>Penyakit Akibat Kerja (PAK) merupakan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja, salah satunya akibat paparan kebisingan yang dapat menimbulkan stres kerja dan berdampak pada kesehatan pekerja. Kebisingan dengan intensitas tinggi diketahui dapat memicu gangguan fisiologis dan psikologis, termasuk peningkatan tekanan darah dan penurunan konsentrasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan terhadap stres kerja pada Anak Buah Kapal (ABK) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain studi kasus–kontrol. Populasi penelitian berjumlah 30 ABK, dengan penentuan sampel menggunakan rumus Slovin. Pengukuran tingkat kebisingan dilakukan menggunakan sound level meter, sedangkan tingkat stres kerja diukur menggunakan kuesioner Bourdon Wiersma Test. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji korelasi, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan di beberapa area kapal melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dB, dengan tingkat kebisingan tertinggi mencapai 98 dBA. Distribusi stres kerja didominasi kategori stres sebesar 58,75%. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan antara kebisingan dan stres kerja dengan persamaan Y = 0,756 − 0,517X, yang mengindikasikan bahwa kebisingan berpengaruh terhadap tingkat stres kerja ABK. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian kebisingan dan peningkatan perlindungan kesehatan kerja guna meminimalkan dampak stres kerja pada pekerja kapal.</p>Christofer Kevin Tandi IchsanIwan ZulfikarKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812135536210.36277/identifikasi.v12i1.1290STRATEGI PENGENDALIAN KEBISINGAN UNTUK MENCEGAH GANGGUAN PENDENGARAN PADA PEKERJA WORKSHOP BFS NON-SPUN PT. BALIKPAPAN READY MIX PILE
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1293
<p>Kebisingan merupakan salah satu bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan industri dan berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja apabila tidak dikendalikan dengan baik. Mesin BFS (Beton Fertigile Systeme) yang digunakan pada Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile menghasilkan tingkat kebisingan yang berisiko terhadap kesehatan pendengaran pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian kebisingan serta tindakan pencegahan gangguan pendengaran pada pekerja yang terpapar kebisingan mesin BFS. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa checklist observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari HSE Manager dan pekerja di Workshop BFS Non-Spun PT. Balikpapan Ready Mix Pile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian kebisingan telah diterapkan berdasarkan hirarki pengendalian risiko, meliputi pengendalian teknis melalui pemeliharaan mesin dan peredaman sumber suara, pengendalian administratif melalui pengaturan waktu kerja dan penyediaan ruang istirahat, serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa earplug dan earmuff. Namun demikian, pengendalian eliminasi dan substitusi belum dapat diterapkan, serta tingkat kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan edukasi K3, serta menerapkan sistem insentif dan sanksi guna mencegah risiko gangguan pendengaran jangka panjang dan meningkatkan perlindungan kesehatan pekerja.</p>Muhammad Revanza Hafizh RamadhanyL.M. ZainulSri Wahyuni
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812136337010.36277/identifikasi.v12i1.1293HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI PT BALIKPAPAN READY MIX SITE KARIANGAU
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1296
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stres kerja pada pekerja di PT. Balikpapan ready mix Site Kariangau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur beban kerja yaitu menggunakan NASA-TLX dan alat ukur untuk mengukur stres kerja yaitu menggunakan kuesioner Permenaker No. 5 Tahun 2018. Populasi dalam dalam penelitian ini adalah pekerja di area<em> Workshop</em> PT. Balikpapan Ready Mix Site Kariangau, dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat beban kerja paling dominan adalah beban kerja tinggi sebanyak 18 responden (56,25%), sedangkan tingkat stres kerja paling dominan adalah stres sedang sebanyak 22 responden (68,75%). Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan dan stres kerja dengan nilai korelasi ρ = 0,426 dan signifikansi ρ = 0,015 (< 0,05). Korelasi ini bersifat positif, yang berarti semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi tingkat stres kerja yang dialami pekerja.</p>Wildan Muhammad Sulton Bin SutiyonoKomeyni RusbaIwan Zulfikar
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812137137510.36277/identifikasi.v12i1.1296ANALISIS PERILAKU PADA KEGIATAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI RUMAH SAKIT TAMAN HUSADA BONTANG
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1291
<p>Pengelolaan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di rumah sakit merupakan aspek penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja serta perlindungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku petugas dalam pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit Taman Husada Bontang berdasarkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat menggunakan teori Lawrence Green. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumentasi terhadap perawat, petugas cleaning service, petugas pengelola limbah, dan penanggung jawab B3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap petugas terhadap pengelolaan limbah medis B3 tergolong baik, namun pemahaman terhadap SOP dan konsistensi pelaksanaan masih bervariasi. Sarana, alat pelindung diri, dan SOP pada umumnya telah tersedia, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Faktor penguat berupa pengawasan, pelatihan, dan dukungan manajemen berperan penting dalam membentuk kepatuhan petugas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pelatihan dan pengawasan berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat perilaku aman dalam pengelolaan limbah medis B3 sesuai standar yang berlaku.</p>Lina YulianaPatrikson George BotIwan Zulfikar
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812137638210.36277/identifikasi.v12i1.1291EVALUASI PENERAPAN 5R PADA PT. BORNEO TEKNIKAL INDONESIA DI BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1292
<p>PT. Borneo Teknikal Indonesia menghadapi tantangan efisiensi tata graha pada area kerja operasional yang terpusat . Kondisi awal menunjukkan penumpukan dokumen, manajemen kabel yang buruk, dan kesulitan pencarian alat kerja yang berdampak pada risiko K3 serta inefisiensi waktu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan 5R menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi <em>checklist</em>, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pasca-intervensi: Ringkas meningkat dari 40% menjadi 100% (Sangat Baik), Rapi dari 20% menjadi 80% (Baik), dan Resik konsisten pada 100% (Sangat Baik). Sementara itu, aspek Rawat dan Rajin meningkat dari kategori Kurang menjadi 60% (Cukup). Disimpulkan bahwa penerapan 5R efektif memangkas waktu pencarian dokumen dari 15 menit menjadi kurang dari 1 menit dan menghilangkan potensi bahaya fisik, namun keberlanjutannya masih sangat bergantung pada pengawasan lisan manajemen akibat belum adanya SOP tertulis.</p>Andi Muhammad DahlanKomeyni RusbaMuhamad Nur
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812138338810.36277/identifikasi.v12i1.1292IDENTIFIKASI RISIKO KEGIATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PT KALTIM KARIANGAU TERMINAL
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1299
<p>Manajemen risiko adalah sejumlah prosedur dan metode untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang disebabkan oleh kegiatan bisnis atau bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui segala jenis bahaya kegiatan bongkar muat peti kemas dan pengendalian risiko dengan menggunakan metode <em>Hazard Identification Risk Assessment And Determination Of Control </em>(HIRADC) yang dapat dilakukan tepatnya di PT Kaltim Kariangau Terminal. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian yang berdasarkan pada pengelolahan data yang sifatnya deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara.</p>Mochammad Rezky SaputraKomeyni RusbaImpol Siboro
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812138939210.36277/identifikasi.v12i1.1299PENERAPAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG TERMINAL PT ANGKASA PURA INDONESIA KANTOR CABANG BANDAR SAMS BALIKPAPAN
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1298
<p>Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sering terjadi akibat kesalahan manusia (human error) atau faktor teknis, yang dapat menyebabkan kerugian materil, trauma, bahkan korban jiwa. Gedung terminal bandara sebagai fasilitas umum dengan tingkat aktivitas tinggi memiliki potensi risiko kebakaran yang tinggi, sehingga dibutuhkan sistem proteksi kebakaran yang andal dan terawat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di Gedung Terminal PT Angkasa Pura Indonesia Balikpapan berdasarkan peraturan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung menggunakan checklist, wawancara dengan informan dari unit SMS & K3, Fasilitas, dan ARFF, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem proteksi kebakaran aktif secara keseluruhan telah memenuhi standar Permen PU No. 26/PRT/M/2008, SNI, dan NFPA, dengan tingkat kepatuhan APAR sebesar 92,3% (kategori baik), dan sistem hidran, detektor, dan alarm kebakaran mencapai tingkat kepatuhan 100%. Sementara itu, sistem proteksi kebakaran pasif menunjukkan kinerja yang baik, dengan jalur evakuasi dan tangga darurat mencapai kepatuhan 100%, pintu keluar darurat 77,8%, dan area berkumpul 80%. Beberapa komponen masih memerlukan perbaikan kecil, khususnya pada fungsi pintu keluar darurat dan keamanan area berkumpul. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa implementasi pemeliharaan sistem proteksi kebakaran aktif dan pasif di Gedung Terminal PT Angkasa Pura Indonesia Balikpapan cukup baik. Namun, pemeliharaan dan perbaikan berkelanjutan masih diperlukan untuk mencapai kepatuhan optimal dan meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kebakaran.</p>Muhammad FahmiKomeyni RusbaMuhamad Ramdan
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812139340210.36277/identifikasi.v12i1.1298IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENGENDALIAN RISIKO PEKERJAAN PENGELASAN SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) PADA PEMBUATAN PAGAR DI CV. XYZ
https://jurnal.d4k3.uniba-bpn.ac.id/index.php/identifikasi/article/view/1300
<p>Perkembangan sektor industri, khususnya pada bidang fabrikasi dan konstruksi, menuntut pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang optimal karena tingginya potensi bahaya yang ditimbulkan, salah satunya pada pekerjaan pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Proses pengelasan SMAW melibatkan panas tinggi, arus listrik, sinar las, percikan api, serta asap las yang berisiko menimbulkan kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya dan menilai tingkat risiko serta pengendalian risiko pada pekerjaan pengelasan SMAW pembuatan pagar di CV. XYZ Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di area workshop, wawancara dengan pekerja pengelasan dan pihak terkait K3, serta studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang pekerja pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan pengelasan SMAW memiliki berbagai potensi bahaya, antara lain risiko tersengat listrik, paparan sinar las langsung, percikan api las, serta paparan asap las yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Penilaian risiko sebelum pengendalian menunjukkan tingkat risiko sangat rendah sebesar 11%, rendah 25%, sedang 36%, dan tinggi 28%. Setelah dilakukan rekomendasi pengendalian berupa pengendalian administratif, pengawasan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD), tingkat risiko mengalami penurunan yang signifikan. Dengan demikian, penerapan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko yang sistematis sangat diperlukan untuk meminimalkan kecelakaan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat pada pekerjaan pengelasan SMAW.</p>Patunru PongkyAndry AndryKomeyni Rusba
Copyright (c) 2026 IDENTIFIKASI
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2812140341010.36277/identifikasi.v12i1.1300