Solusi Dehidrasi Untuk Warga Balikpapan: Tetap Segar Dan Sehat Di Cuaca Tropis
DOI:
https://doi.org/10.36277/eunoia.v4i2.653Keywords:
Dehidrasi, Hidrasi Tubuh, Minuman Isotonik, Masyarakat Balikpapan, Cuaca TropisAbstract
Dehidrasi merupakan kondisi yang sering terjadi di daerah beriklim panas seperti Balikpapan, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan, kebiasaan, dan solusi praktis dalam pencegahan dehidrasi pada berbagai kelompok masyarakat di Balikpapan. Dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan pembagian minuman isotonik kepada 10–12 responden dari berbagai usia dan aktivitas. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas warga masih kurang sadar terhadap pentingnya asupan cairan harian, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi dan kampanye hidrasi yang terfokus dan praktis. Penelitian ini memberikan dasar rekomendasi solusi yang dapat diterapkan masyarakat Balikpapan dalam menghadapi cuaca panas yang ekstrem.
References
Ahmad, R. S., & Anwar, F. (2018). Hydration strategies in tropical climates: A review of community interventions. Tropical Public Health Journal, 4(2), 112–119.
Arcus, D. (2001). Attention deficit / hyperactivity disorder (ADHD). In B. Strickland (Ed.), The Gale encyclopedia of psychology. Diakses dari http://www.gale.cengage.com/
Fajriani, L., & Nurdin, R. (2017). Efektivitas edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan hidrasi pada remaja. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 55–61.
Kusuma, D. R., & Prasetyo, A. (2022). Edukasi interaktif untuk pencegahan dehidrasi pada masyarakat pesisir. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(2), 78–85.
Lestari, S., & Mulyana, T. (2021). Evaluasi konsumsi cairan harian pada pekerja lapangan di kota panas. Jurnal Kesmas Tropis, 8(3), 102–110.
Putri, N., & Rahmawati, D. (2019). Peran edukasi dalam peningkatan asupan cairan harian pada remaja. Jurnal Promkes, 7(1), 25–32.
Rahmadani, S., & Yusuf, H. (2020). Hidrasi dan produktivitas kerja di daerah tropis. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(3), 130–138.
Ramadhani, F., & Azhar, M. (2016). Hubungan antara suhu lingkungan dan kebutuhan cairan tubuh. Jurnal Fisiologi Indonesia, 10(1), 45–52.
Saputra, B., & Hidayat, Z. (2020). Studi literatur tentang hidrasi tubuh dalam aktivitas luar ruangan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 14(2), 89–97.
Sari, W., & Nugraheni, S. (2023). Promosi kesehatan berbasis komunitas tentang pentingnya minum air putih. Jurnal Edukasi Kesehatan Masyarakat, 5(1), 35–41.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syafruddin, A., & Lestari, R. (2020). Pengaruh konsumsi minuman isotonik terhadap hidrasi tubuh pada aktivitas fisik. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 87–93.
Utami, R., & Sihombing, L. (2018). Minuman olahraga dan peranannya dalam pemulihan cairan tubuh. Jurnal Gizi Olahraga Indonesia, 3(1), 15–21.
Wulandari, I., & Setiawan, Y. (2019). Pola konsumsi air minum pada anak sekolah dasar di daerah tropis. Jurnal Kesehatan Anak Indonesia, 6(4), 144–150.
Yuliana, S., & Hartono, E. (2016). Pengetahuan ibu tentang dehidrasi dan praktik pemberian cairan pada anak. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 4(1), 23–29.
Zahra, M., & Iskandar, A. (2021). Analisis kebutuhan cairan tubuh pada pekerja pabrik. Jurnal Kesmas Indonesia, 9(2), 66–74.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Farhan Arizqi Sofie, Rafly Raushan Fikri, Muhammad Dzaki, Rizki Ardianur, Kiftian Hady Prasetya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






